Berbagi kisah
petualangan Bandung – Yogya. Niat hati ingin backpacker ke Thailand tapi nggak
punya pengalaman bacpackeran (“mau bacpackeran gimana, pengalaman backpacker
aja nggak punya, heee...”). Akhirnya saya dan sodara (ber-3) memberanikan diri
untuk mencoba berpetualang ke tempat yang dekat dulu. Nah dipilihlah yogyakarta
sebagai tempat percobaan pertama.
Setelah mengulik-ulik Google, kita cari berbagai
pengalaman orang-orang yang bacpacker ke yogya dan ketemu yogyes.com.
Yogyes merupakan web pariwisata yogyakarta. Info wisata di yogyakarta, mulai dari tempat
wisata, penginapan, rent, peta yogya, dll. ada semua di yogyes.com. disusunlah Rencana Perjalanan Bandung
Yogyakarta lengkap dengan rencana menabung seminggu 10 rb. (“sambil nyanyi lagu
Titik Puspa ma cucunya kali, jaman dulu waktu kecil.heee...”)
Untuk transportasi kita pilih menggunakan
Kereta Api karena lebih murah. Dua minggu sebelum pemberangkatan kita telpon ke
beberapa penginapan (harga bersahabat) info dari yogyes.com. dan akhirnya kita
pilih Hotel Indonesia, Jl. Sosrowijayan
No.9 (letaknya di sekitar Malioboro)
dengan biaya Rp. 100 rb/3 orang / hari. Tanpa harus DP dulu (rata-rata mereka
nggak punya Rekening Bank, yang penting kita hub berkala ketika udah
deket-deket waktu pemberangkatan). Pesan
karcis kereta Rp. 35 rb, KA KAHURIPAN Padalarang – Kediri (Karcis sudah bisa di
pesen H-90 dan sekarang udah pas tempat duduk, jadi ggk akan kepenuhan) kita
beli tiket PP langsung supaya nggak ribet.
Singkat cerita setelah persiapan sudah
terdata secara sempurna(LOL). Tibalah Waktunya pemberangkatan Kamis, 13
September 2012. Pertama kita berangkat
dari stasiun Rancaekek menuju stasiun Kiaracondong karcis Rp 1000. Setelah
gugulutukan (terlantar.Red) beberapa
jam karena kita datengnya kesorean ke Kiaracondong. Tibalah kereta kahuripan
jadwal berangkat 20.40 (hanya berhenti beberapa menit, klo bisa kita tanya
petugasnya kira-kira gerbong kereta yang sesuai dengan tiket kita, berhentinya
di sebelah mana. Ato nggk masuk dulu ja entar baru cari gerbong dan No kursi
kita). Nasib sedikit apes dialami kita bertiga, kebetulan di depan kita itu ada
anak-anak yang “Maaf” Muntah POP MIE. Akhirnya kita juga ikut repot membersih
kan jejak2 pop mie yang tertinggal, dengan tisu yang kita bawa. ya sudah lah
tak apa, abis mau gimana lagi, heee... namanya fasilitas publik otomatis kita
harus siap berbagai dengan kepentingan
orang lain.” Karena kita naik kereta ekonomi . untuk tujuan yogyakarta
berhentinya di Stasiun Lempuyangan. Kereta tiba di lempuyangan jam 05.30.
Jumat, 14 September 2012
Karena niatnya Bacpacker, dari stasiun
Lempuyangan ke Malioboro pun kita jalan kaki, jaraknya lumayan (“caranya kita
hapalin peta yang kita liat di GOOGLE
dan juga tanya2, ya iya lah....”) kira-kira setelah keluar dari pintu
satsiun kita jalan ke arah kanan, lurus sampai mentok, ada pertigaan lintasan
kereta api, kita ambil jalur kiri, dari sana kita cari jalan Mas. Soeharto.
Kemudian cari Jl. Mataram, dari jalan mataram Kita cari Hotel IBIS. Nah tibalah
kita di jalan malioboro. Dan cari deh jalan sosro wijayan. Ternyata hotel
indonesia itu deket banget dari malioboro. Hanya beberapa langkah saja Tempatnya lumbayan bersih, aman, tentram,
kamar mandi dalam + kipas angin juga udah ada, kalo mau tambah TV tinggal
tambah 20 rb.
Setelah melepas lelah beberapa jam. Kita
kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Tempat tujuan nya, Taman Pintar, Benteng
Vredeburg, Keraton, dan Alun - alun
Kidul. Kita berangkat ke Taman Pintar naik Trans Yogya, dengan harga Rp. 3000,
ternyata Trans yogya itu ada kode-kode nya dari 1A/B, 2A/B, 3A/B, 4A/B. jadi
kita tanya dulu jah ke petugasnya kita naik yang mana, dan turunya di mana.
Kalo ke taman pintar. Kita naik di malioboro 1 turun di Senopati. Udah depan
nya taman pintar. Masuk ke taman pintar kira kira uang yang harus di keluarkan
sebesar 15000 tiket masuk, kalo mu nonton 4D bayar lagi 20000.
Di Taman Pintar (perlu di ingat taman
pintar tutup hari senin)kita di suguhkan beberapa hal. Tempat pertama namanya ruangan Memorabilia di sana ada sejarah
tentang Yogyakarta dan sejarah NKRI. Kemudian kita masuk ke ruangan berikutnya
yang berbau Ilmu pengetahuan, beserta alat simulasinya. Di lantai tiga ada
bioskop kecil untuk film kartun 4D durasi nya cuman 15 menit, lumanyan lah
akhirnya kita juga nonton, karena waktu itu lagi sepi kita nonton cuman bertiga
aja (serasa bioskop milik sendiri).
Tempat berikutnya adalah benteng Vredeburg, deket kok cuman beberapa langkah
saja. Tapi sebelum ke vredeburg di jalan kita liat di Bank Indonesia lagi ada
pameran uang, akhirnya kita ke BI dulu. Singkat cerita kita sudah sampai di
vredeburg (Tiket 2000). Lanjut lagi dengan berjalan kaki menelusuri jalan-jalan
di yogyakarta dengan berbekal peta pinjam dari penginapan. Kita menuju keraton.
Malam menjelang kita kembali ke penginapan,
masih dengan berjalan kaki. Mumpung lagi di yogya karta, wajib hukumnya untuk
nyoba kuliner khas yogya. Dalam pikiran, kalo dengar kata yogya ya kulinernya
pasti Gudeg. Sambil pulang ke penginapan kita cari warung gudeg, ketemulah
Gudeg Yu Djum. Harga lumbayan lah. Kata sodara yang suka makanan manis sih,
rasa nya enak. “ tapi gudeg nggak cocok di lidah saya.....manis bageut...”
.
Hari semakin larut, jalan-jalan di sekitar
malioboro sudah berhias dengan cahaya lampu
yang menawan. Penjajak makanan sudah berjejer di pinggir jalan menusuk
hidung dengan aroma yang menggugah, yang di selingi iringan musik (aliran
marcingband + tradisional) menambah pesona
perjalanan kita di yogya.
Kita juga mapir ke Toko Oleh-Oleh MIROTA
Batik, lengkap deh semua ada di sana. Mau baju-baju batik, kain batik,
gantungan, aneka kerajinan (kayu, kerang, batu, lukis), jamu, minuman seduh,
pokoknya lengkap deh. Di jam-jam
tertentu bahkan ada pertunjukannya. Harga pas tapi lumbayan lah untuk yang
nggak jao nawar coz harga udah harga pas. Kalo mau beli di pinggir-pinggir
jalan gitu mereka biasanya naikin harga sampe 100 %, jadi kalo nawar, tawar
dengan ¾ harga yang ditawarkan, itu
kuncinya.

Hari kedua di sana kita isi dengan berburu
sarapan di Pasar Bringharjo, berburu oleh-oleh dan naik Trans Yogya ke prambanan, dan pulang lagi ke malioboro. Sambil nunggu
jadwal pulang ke Bandung. Kita akhirnya
terdampar di Masjid Kegubernuran. Heee...” setelah melepas lelah, petualangan
dilanjutkan menuju statsiun lampuyangan, karena kita sudah lapar lagi, tapi
karena dasar lidah kita nggak cocok sama masakan yogya yang manis-manis kita
putuskan untuk nyari masakan Padang saja. Haaa...
Akhirnya kita pulang ke Bandung, perjalanan
yang berkesan. Tempat mana lagi yang akan kita kunjungi? Apakah ada rekomendasi
tempat lain yang layak untuk dikunjungi, teman?
Catatan : kalo mau tanya jalan, jangan sama tukang becak. tanya ma petugas parkir.
kalo mau naik becak tanya harga nya dulu dan perjanjian harga.
Rincian Biaya Perjalanan kita “Bandung –Yogyakarta” @person
Tiket Kereta Api PP Rp. 70.000,-
Penginapan Rp. 33.500,-
Makan selama 4 kali Rp. 50.000,-
Total Biaya Tiket Rp. 20.000,-
Nonton 4D Rp. 20.000,-
Trans Yogya 3 X
3000 Rp. 9.000,-
Total Rp. 202.500,-

Thx infonya sangat membantu.. Teh mw tanya dunk, itu biaya penginapan di hotel indonesia 80rb/kamar ya? 1 kamar bisa untuk berapa orang ya? trz harus booking jauh2 hari atau lgsg pesan pas uda sampe sana aja? ditunggu jawabannya.. hatur nuhun pisan.. :)
BalasHapusSama sama. 80 ribu/kamar untuk dua orang, kalau nambah orang + 20 rb. nanti di kasih kasur tambahan. booking dulu aja biar nggak repot nanti pas disana nya. no kontak nya ada di yogyes.com. kalau lagi masa liburan harus jauh2 hari, tapi kalau lagi hari biasa seminggu sebelum aja. kalo lagi masa liburan tarif nya juga beda.
HapusOh iya tiket kereta api ekonomi sekarang naik juga. jadi 100.000 ribu.
Hapus