Share
Mungkin kini aku lemah
Mataku membeku
Langkah-langkah telah kehilangan arah
Luka-luka menganga di sekujur tubuh
Aku terinjak dikeramaian
Teriakanku mati di tangan orang-orang yang mengerti
Mereka bahagia.. akhirnya aku terluka
Tapi kau jangan dulu bahagia
Tenagaku masih tersisa
Dan aku akan kembali
Untuk nusantara yang sejahtera
Lihatlah para kesatria yang akan aku lahirkan
Srikandi-srikandi yang telah aku siapkan
Pekuatlah nyalimu jika mampu
Peretebal mukamu jika kau masih bangga
Selasa, 19 Juli 2011
Senin, 18 Juli 2011
Indonesia Kelaut Aje!!!
Share
Indonesia merupakan negara kepulauan (Archipelagic State) yang terdiri dari kurang lebih 17.508 gugusan pulau, dengan garis pantai sepanjang 18 000 km. Antara pulau satu dan yang lain membentang lautan, tetapi laut tersebut tidak dijadikan pemisah melainkan penghubung antar pulau. Tentunya tidak mudah untuk menghubungkan 17.508 pulau di nusantara ini agar tetap terintegrasi menjadi satu kesatuan dengan tanah air.
Sudah saatnya kita mengarahkan pandangan kita menuju laut. Ubah orientasi pembangunan bangsa ini dari yang semula hanya terfokus pada land based oriented menjadi archipelagaic based oriented. Konsep archipelagic melahirkan Indonesia sebagai negara yang berlandasan kemaritiman. Sekian lama pembangunan bangsa ini terfokus pada daratan. Padahal wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini, 2/3 atau 77% dari total wilayah NKRI merupakan wilayah perairan. Sedangkan luas daratannya hanya sekitar 33% saja.
Sejarah perjuangan yang panjang, bagi indonesia untuk diakui sebagai negara kepulauan. Singkat cerita bahwa para pedahulu kita tidak menginginkan bangsa ini tersekat-sekat oleh lautan. Dahulu pulau–pulau di indonesia hanya memiliki daerah teritotial laut sekitar tiga mil yang ditarik dari bagian terluar suatu pulau terhadap laut. Lautan Indonesia yang luas mengakibatkan adanya zona laut bebas diantara pulau-pulau Indonesia yang berdaulat. Sehingga kapal–kapal asing tetap boleh hilir mudik di perairan Indonesia. Hal ini yang kemudian dirasa akan mengancam kedaulatan bangsa ini karena tidak mungkin suatu negara yang berdaulat pulau – pulaunya di batasi oleh laut bebas tersebut.
Senin, 20 Desember 2010
Saatnya Indonesia Memilih
Share
Saat nya “Indonesia memilih”? Salah satu jargon di ajang pencarian bakat tarik suara yang di siarkan sebuah stasiun TV swasta ini mungkin cocok untuk menggambarkan permasalahan rokok di Indonesia yang tidak ada habisnya dan selalu mengundang pro kontra yang panjang dan rumit. Akan tetapi pemerintah harus segera memilih, akan memprioritaskan yang mana. Apakah kesehatan masyarakat, ataukah pendapatan tarif cukai dari produk tembakau yang menyumbang cukup banyak untuk kas negara. Belum lagi isu yang berkembang jika rokok dilarang Indonesia harus siap dengan lahirnya ribuan pengangguran baru.
Seperti di kemukakan seorang bapak yang juga perokok, “Sebetulnya merokok itu selera tergantung kepada prinsif individunya. merokok menurut saya merupakan bagian dari kenikmatan hidup”. ujarnya. bapak yang bernama Herman Herman mengatakan bahwa dia mengetahui tentang peraturan pemerintah mengenai pelarangan merokok di depan umum, tetapi peraturan itu hanya semu tidak ada sanksi yang mengikat. “Kalau memang itu efektif penerapan hukum nya, itu sih bagus jadi merokok itu ada tempatnya, terus tidak menularkan akibat merokok pada yang lain”. ungkapnya. Dia tidak setuju jika rokok dilarang karena akan berimbas pada nasib para pekerja di pabrik rokok.
Sebagian Masa Depan Mereka Ada Di Tangan Kita
Share
PENGAJUAN BANTUAN
“TAMAN BACA SIMBIOSIS”
Agar kualitas suatu zaman dapat lebih baik, maka harus pula memperhatikan kualitas generasi penerusnya. Sebab kualitas suatu zaman sangat ditentukan oleh kualitas suatu manusia yang hidup pada zaman tersebut. Maka dalam konteks apapun, pembinaan generasi muda harus senantiasa dilakukan. Masa kanak-kanak merupakan masa yang vital ibarat mengukir di atas batu. Maka sudah barangtentu dari semenjak dini kita harus membiasakan dan mengarahkan mereka kepada hal-hal yang positif.
Taman Bacaan Simbiosis adalah suatu wadah yang sedang dan sudah disiapkan untuk melahirkan anak-anak generasi bangsa yang mampu berkontribusi secara positif untuk Bangsa dan Negara Indonesia. Simbiosis bergerak dengan merangsang minat anak-anak untuk membaca dan berkreativitas. Beralamat di Kp. Rancakendal No. 39, RT 01 RW 08, Des. Jelegong, Kec. Rancaekek. Kab. Bandung, Kode Pos 40394.
Simbiosis berangkat dari kekhawatiran kami melihat anak-anak yang seperti terlantar. Setiap hari mereka biasanya bermain sampai tidak kenal waktu, mereka menjadi kasar dan brutal. Sebagian besar penduduk di lingkungan ini bermata pencaharian sebagai buruh pabrik industri yang tersebar di sepanjang Bandung Timur. Rata –rata mereka bekerja dengan system shiff selama Sembilan jam sehari, misalkan apabila shiff pagi dari jam 05.00- 15.00, shiff siang dari jam 13.00 - 22.00 dan shiff malam dari jam 09.00 – 06.00 WIB. Hal tersebut kemudian menjadikan para orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk memberikan perhatian penuh terhadap anak-anaknya.
Atas dasar hal tersebut kemudian kami berfikir untuk berusaha menyediakan tempat bermain yang bukan hanya sekedar bermain saja tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang, untuk merangsang potensi-potensi mereka di masa mendatang. Tentu besar harapan kami untuk menjadikan taman bacaan simbiosis ini menjadi solusi untuk dapat mengeliminasi dampak terburuk dari kondisi tunas-tunas bangsa yang tidak memiliki kemampuan untuk bisa berkompetisi di masa mendatang.
Sampai dengan saat ini kami sudah memiliki sekitar 15 anak, namun kami belum mampu untuk menampung lebih banyak anak didik karena keterbatasan koleksi buku-buku yang ada di taman bacaan kami. Serta keterbatasan sarana lain seperti, alat gambar, alat tulis dan sebagainya.
Maka kami mengundang keluarga, saudara dan teman kami, dimanapun anda berada. Berkenan membantu kami untuk sedikit menutupi kekurangan tersebut. Apabila anda semua memiliki buku-buku cerita, pelajaran untuk anak usia dari 6 tahun sampai dengan 12 tahun (TK- kelas 6 SD), serta alat gambar/ tulis. buku dan alat tulis bekas anak, adik, dan saudaranya yang tidak terpakai lagi mungkin bisa diberikan/ dihibahkan kepada adik-adik di taman bacaan simbiosis.
Atas perhatian dan partisipasinya kami sampaikan terimakasih.
Selasa, 24 Agustus 2010
Pencemaran Limbah Pabrik di Rancaekek
Share
Pilkada Kab. Bandung tidak lama lagi akan segera digelar. Para calon bupati sudah mulai bebenah untuk menjual dagelan-dagelan politiknya. Visi Misi terbaik (walaupun terkadang ketika sudah terpilih menjadi terbalik).
Satu hal yang saya nanti- natikan dari para calon, adakah yang melirik tentang isu pencemaran limbah pabrik di Rancaekek yang sudah semakin memprihatinkan? Sudah sekian lama dan entah harus kemana lagi mengadu. Bapak/ Ibu tengok lah segera kondisi kami di sini. Saban hari harus mengihirup aroma tidak sedap yang menyengat. Lahan sawah yang menghapar kini tak lagi produktif, bagaimana tidak baru saja benih di tanam seminggu kemudian benih menguning dan sebagian sudah di sulap menjadi wilayah pemukiman. Kurang lebih tujuh proyek perumahan yang sudah dan sedang berlangsung di sini. Hal tersebut kemudian menjadikan masyarakat yang berlatar belakang petani kehilangan mata mencahariannya. Itulah sedikit gambaran wilayah Desa jelegong, diantaranya Kp. Rancakendal, Cipasir, Ciherang, Hilir. dan sebagian kawasan Desa Linggar yang terkena imbas dari pencemaran tersebut.
Menurut saya bukan hanya permasalahan pabrik yang kemudian tidak mentaati peraturan saja, tetapi saya pikir sudah sekian lama tak jua melihat langkah konkrit yang dilakukan pemerintah yang notabenenya sebagai regulator, pemberadaya masyarakat dan pelayan masyarakat. Apa yang kemudian menjadi permasalahan pemerintah untuk memaksakan hukumnya yang telah sekian lama tak ditaati.
Menurut saya moderenisasi bukan hanya masalah sejauh dan sebanyak apa perindustriannya berkembang, modal berputar, Mall – Mall didirikan. Tapi sejauh mana suatu daerah bisa mengembangkan potensinya dan kemudian mampu membawa masyarakatnya mencapai taraf hidup yang layak dan sejahtera. dan bukan malah dijadikan kawasan yang justru tidak cocok dengan asal usulnya.
Bapak ibu yang saya hormati jikalau bapak ibu baik para calon bupati maupun jajaran pemerintahan yang memang masih peduli terhadap kami.
Selasa, 20 April 2010
Ketika plastik menjadi berbahaya
Share
Saat ini keberadaan plastik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Bahkan hampir setiap hari kita akan menjumpai barang-barang barbahan plastik dalam berbagai macam bentuk dan penggunaan yang berbeda, namun sudah sejauh mana anda mengetahui mengenai bahaya plastik? Perlu anda tahu ternyata tidak semua jenis plastik aman untuk kesehatan dan lingkungan. Ada beberapa jenis plastik yang mengandung zat berbahaya dan jika zat tersebut terkonsumsi tubuh kita dapat menimbulkan dampak yang cukup fatal.
Saat ini keberadaan plastik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Bahkan hampir setiap hari kita akan menjumpai barang-barang barbahan plastik dalam berbagai macam bentuk dan penggunaan yang berbeda, namun sudah sejauh mana anda mengetahui mengenai bahaya plastik? Perlu anda tahu ternyata tidak semua jenis plastik aman untuk kesehatan dan lingkungan. Ada beberapa jenis plastik yang mengandung zat berbahaya dan jika zat tersebut terkonsumsi tubuh kita dapat menimbulkan dampak yang cukup fatal. Sebenarnya penggunaan plastik punya aturan tersendiri yang telah disepakati secara internasional. Ada lambang segitiga (biasanya terdapat di bagian bawah kemasan-Red) berisi angka satu sampai tujuh yang wajib kita perhatikan. Setiap angka yang terdapat dalam segitiga memiliki arti berbeda.
- Angka 1 atau PET (polyethylene terephthalate) jika digunakan untuk manakan yang panas bahkan hangat sekalipun akan mengakibatkan kanker, plastik yang satu ini hanya dapat digunakan untuk sekali pakai.
- Angka 2 atau HDPE (high density polythlene) bahan ini termasuk aman untuk digunakan, karena memiliki kemampuan mencegah reaksi kimia, juga lebih kuat dan lebih tahan terhadap suhu tinggi, tapi disarankan hanya untuk sekali pakai, karena pelepasan senyawa terus meningkat seiring waktu.
- Angka 3 atau PVC (polyvinyl chloride), plastik ini mengandung DEHA yang apabila bereduksi dengan makanan/ minuman yang bersuhu di atas 150C bisa menimbulkan kerusakan pada ginjal dan hati.
- Angka 4 atau LDPE (low Density polyethylene), plastik jenis ini baik digunakan sebagai wadah untuk makanan.
- Angka 5 atau PP (Polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik yang bisa digunakan untuk kemasan makanan/ minuman. Biasanya plastik jenis ini tidak jernih atau berawan.
- Angka 6 atau PS (polystyrene) merupakan plastik yang harus dihindari karena sangat berbahaya untuk kesehatan otak, system syaraf, dan system reproduksi. biasanya bahan plastik ini bisa kita temui dalam Styrofoam.
- angka 7 atau OTHER (SAN, ABS, dan PC atau polycarbonate) . SAN dan ABS merupakan bahan plastik yang baik tetapi PC berbahaya karena mengandung Bisphenol A, yang dapat berpindah ke makanan/ minuman apabila terjadi pemanasan dan dapat mengakibatkan kerusakan pada system hormone, kromosom pada ovarium dan mengubah fungsi imunitas. Selain berakibat buruk bagi kesehatan, plastik juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Butuh waktu seribu tahun lamanya agar plastik itu dapat terurai. Dan hanya 0,6 % s/d 1 % plastik yang dapat di daur ulang itupun sisanya tetap mengendap dalam tanah.
Langganan:
Postingan (Atom)
